KACABDIN PENDIDIKAN WILAYAH JEMBER LULUS DOKTOR

Senin, 12 Oktober 2020 - 12:04:46 WIB
Dibaca: 37 kali

Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Jember Mahrus Syamsul, hari ini senin, 12 Oktober 2020 secara resmi berhak menyandang gelar Doktor dan merupakan lulusan ke 221 doktor yang dihasilkan oleh Program Doktor Ilmu Administrasi FISIP Untag Surabaya.

Di depan tim penguji promovendus mempertahankan disertasi dengan judul EVALUASI KEBIJAKAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL DI CABANG DINAS PENDIDIKAN   WILAYAH BONDOWOSO

Disertasi yang disusun bertujuan untuk: (1) Mengungkap dan mendiskripsikan tingkat efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional berbasis smartphone (2) Mengidentifikasi dan mendikripsikan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar  Nasional berbasis smartphone.

Metode pengumpulan data memakai (1) Observasi,  (2) wawancara,  (3) dokumentasi,  (4) Triangulasi. Adapun instrumen penelitian : peneliti itu sendiri, pedoman wawancara,  dan alat rekaman.

Melalui model evaluasi CIPP ditemukan hasil penelitian tentang Efektivitas Efisiensi USBN berbasis smartphone meliputi : (1) Sebanyak 89% peserta ujian merasa senang ujian sekolah memakai HP. Siswa merasa enjoy pada saat ujian memakai HP. Peserta ujian merasa tidak tegang pada waktu mengerjakan soal dengan memakai HP, (2) Pelaksanaan Ujian Sekolah berbasis smartphone lebih efektif dibanding berbasis kertas pensil dan lebih efisien dibanding berbasis komputer. Dari sisi nilai rata-rata USBN maupun dari sisi biaya.  (3) Integritas peserta dalam melaksanakan ujian mencapai 100%. (4) Guru tidak perlu melakukan koreksi. (5) Nilai bisa langsung diketahui setelah ujian. (6) Butir soal serta pilihan jawaban akan tampil secara acak.  

Adapun faktor-faktor penghambat, Pertamadi lembaga yang tidak melaksanakan ujian berbasis smartphone: (1) Adanya praduga salah bahwa biayanya akan sangat banyak. (2)  khawatir siswa tidak akan senang karena di HP tulisannya kecil-kecil.  (3) Harus menyediakan computer server yang banyak. (4) Harus memiliki pemancar yang kuat untuk mengirimkan sinyal ke para peserta ujian. Kedua, di SMK Ibrahimy Situbondo (1) Ketersediaan smartphone hanya 88,3 %,  (2) Spesifikasi smartphone tiap siswa berbeda, (3) Penggunaan aplikasi yang berlebihan di smartphone peserta didik.

Adapun rekomendasi kebijakan: Kebijakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional berbasis smartphone di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso yang meliputi kabupaten Bondowoso dan kabupaten Situbondo sebaiknya dilanjutkan dengan catatan perlu adanya sosialisasi USBN berbasis smartphone dan sosialisasi tentang efektifitas dan efisiensinya serta hambatan teknis.

Komentar