Dosen STIA AMUNTAI Lulus Doktor
07 Januari 2025

Dosen STIA AMUNTAI Lulus Doktor

Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan – Penelitian terbaru mengungkap bahwa implementasi kebijakan larangan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) belum berjalan efektif. Studi ini menyoroti berbagai faktor penghambat dan merekomendasikan pendekatan partisipatif untuk perbaikan.

Penelitian yang menggunakan metode kualitatif deskriptif ini mengevaluasi implementasi kebijakan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Perda Kabupaten HSU Nomor 9 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas larangan niaga BBM bersubsidi belum mencapai target yang diharapkan.

Beberapa faktor yang diidentifikasi sebagai penghambat meliputi:

  • Kurangnya Kesadaran Hukum: Masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait peraturan dan sanksi yang berlaku.
  • Kendala Ekonomi: Tingkat kemiskinan dan ketergantungan masyarakat pada BBM bersubsidi menjadi tantangan tersendiri.
  • Hambatan Administratif: Koordinasi antar lembaga yang belum efektif menghambat penegakan kebijakan.
  • Masalah Sosial: Praktik perdagangan ilegal BBM dan indikasi korupsi turut memperburuk situasi.

Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian merekomendasikan model implementasi berbasis pendekatan partisipatif. Pendekatan ini menekankan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, instansi terkait, masyarakat sipil, dan sektor swasta.

"Melalui pendekatan partisipatif, kita dapat membangun kerjasama yang kuat, memfasilitasi komunikasi dan koordinasi yang efektif, serta meningkatkan pemahaman bersama tentang permasalahan dan solusi kebijakan," ungkap peneliti.

Penelitian ini juga menyarankan penggunaan teori implementasi kebijakan, seperti teori Soren C. Winter, sebagai kerangka kerja untuk menganalisis dan mengatasi hambatan implementasi secara lebih komprehensif.

Dengan pendekatan partisipatif dan kerangka teori yang solid, diharapkan implementasi larangan niaga BBM bersubsidi di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat berjalan lebih efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Dicuplik dari Disertasi dengan judul :

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MINYAK DAN GAS BUMI

(STUDI TENTANG LARANGAN NIAGA BAHAN BAKAR MINYAK BERSUBSIDI DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN)

Yang ditulis oleh : JUMAIDI Mahasiswa Program Doktor Ilmu Administrasi FISIP Untag Surabaya dan telah diterbitkan di : Vol. 4 No. 02 (2024): May, Asian Journal of Management Entrepreneurship and Social Science ( AJMESC ) 

back top