Evaluasi Program Pemulihan Korban Kekerasan di UPTD PPA Kalimantan Timur: Disertasi Rini Yulliavisna Ungkap Model Kolaborasi Kelembagaan Baru
27 Oktober 2025

Evaluasi Program Pemulihan Korban Kekerasan di UPTD PPA Kalimantan Timur: Disertasi Rini Yulliavisna Ungkap Model Kolaborasi Kelembagaan Baru

Surabaya — Dalam ujian terbuka Program Doktor Ilmu Administrasi FISIP UNTAG Surabaya, Rini Yulliavisna (NIM 1172200031) memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Evaluasi Program Pemulihan Korban Kekerasan di UPTD PPA Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2022–2023.” Penelitian ini menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kebijakan perlindungan dan pemulihan korban kekerasan, dengan fokus pada kinerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Kalimantan Timur.

Melalui pendekatan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), penelitian ini menemukan bahwa program pemulihan korban kekerasan telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan korban melalui layanan konseling, bantuan hukum, dan rehabilitasi sosial. Namun demikian, terdapat sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya koordinasi antar lembaga, dan kesulitan menjangkau korban di daerah terpencil. Berdasarkan temuan tersebut, Rini mengembangkan model kolaborasi kelembagaan yang menambahkan dimensi resource governance sebagai faktor penting untuk memperkuat efektivitas program.

Disertasi ini merekomendasikan peningkatan alokasi anggaran, pelatihan sumber daya manusia, serta penguatan kerja sama lintas sektor antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat sipil. Model yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi acuan dalam merancang kebijakan perlindungan korban kekerasan yang lebih responsif, transparan, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat UNTAG Surabaya dalam mencetak doktor yang berdampak dan berkomitmen terhadap kemanusiaan.

back top