Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya tahun ini membawa semangat baru ke 23 desa di Kecamatan Pacet dan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Selama 12 hari, mulai 7 hingga 18 Januari 2026, para mahasiswa tak hanya tinggal dan belajar bersama masyarakat, tetapi juga menghadirkan 97 teknologi tepat guna yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Teknologi yang dibawa bukan sekadar alat bantu, melainkan hasil kerja keras selama empat bulan. Mahasiswa bersama dosen pembimbing merancang, menguji, dan menyempurnakan berbagai inovasi sederhana namun aplikatif, mulai dari alat pertanian, pengolahan hasil bumi, hingga solusi untuk pengembangan UMKM. Semua disesuaikan dengan kondisi dan potensi lokal, agar benar-benar bisa dimanfaatkan dan memberi dampak nyata bagi warga desa.
Ketua LPPM UNTAG Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, menegaskan bahwa esensi teknologi bukan pada kecanggihannya, tetapi pada kebermanfaatannya. “Teknologi yang baik bukan yang paling canggih, tetapi yang paling sesuai dan bisa terus digunakan oleh masyarakat,” ujarnya. Melalui KKN ini, UNTAG Surabaya ingin membangun desa yang lebih mandiri, tangguh, dan siap menghadapi perubahan. Bagi mahasiswa, ini bukan sekadar pengabdian, tapi juga proses belajar langsung dari kehidupan masyarakat dan menjadi jembatan pengetahuan yang membumi.