Di sebuah sudut kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, seorang perempuan bernama Yeny Yustia Arini menapaki langkah-langkah akhir dalam perjalanannya sebagai mahasiswa Program Doktor Ilmu Administrasi. Ia bukan hanya membawa semangat akademik, tetapi juga membawa keresahan sosial yang nyata: tingginya angka stunting di Kabupaten Bangkalan. Dengan hati yang terpanggil dan pikiran yang tajam, ia memutuskan untuk meneliti dan mengembangkan model kebijakan yang mampu menjawab persoalan pelik ini. Bagi Yeny, disertasi bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan bentuk tanggung jawab intelektual kepada masyarakat.
Penelitiannya menelusuri akar-akar budaya, agama, dan sosial yang selama ini luput dari perhatian dalam kebijakan penanganan stunting. Ia menyusuri desa-desa, mendengarkan suara ibu-ibu hamil, kader posyandu, dan tokoh masyarakat. Dari sana, ia menyadari bahwa pendekatan top-down saja tidak cukup. Diperlukan model kolaboratif yang menghargai kearifan lokal dan memberdayakan potensi pangan seperti kelor, sorgum, dan ikan. Dengan pendekatan pentahelix, ia merancang model kebijakan yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga berbasis empati.
Perjalanan akademiknya tidaklah mudah. Namun di balik layar, ada para pembimbing dan penguji yang menjadi cahaya penuntun. Prof. Dr. V. Rudy Handoko, M.S. sebagai promotor, dan Dr. IGN. Anom Maruta, MM sebagai ko-promotor, dengan sabar membimbingnya. Tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Agus Sukristyanto, Dr. Achluddin Ibnu R, Dr. Hj. Esa Wahyu E, Prof. Dr. Teguh Priyo S, Prof. Dr. Warsono, dan Dr. Catur Wahyudi, turut mengasah ketajaman analisis dan memperkaya perspektifnya. Setiap masukan mereka adalah suluh yang menuntun disertasinya menjadi lebih matang dan berdampak.
Yeny tidak berjalan sendiri. Ia dikelilingi oleh keluarga yang setia mendoakan, rekan-rekan seperjuangan yang saling menguatkan, serta staf kampus yang selalu membantu dengan tulus. Dalam kata pengantarnya, ia menyebut nama-nama mereka dengan penuh rasa syukur. Disertasinya menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan yang digali dengan hati akan menemukan jalannya untuk memberi manfaat. Ia percaya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan cinta dan keberanian.
Kini, melalui karya ilmiahnya, Yeny Yustia Arini telah menorehkan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat. Disertasinya bukan hanya akan menghiasi rak perpustakaan, tetapi juga menjadi pijakan bagi para pengambil kebijakan di masa depan. Di balik gelar doktor yang ia raih, tersimpan kisah tentang keberanian seorang perempuan yang memilih untuk tidak tinggal diam di hadapan ketimpangan, dan menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian.