Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kebijakan
sertifikasi guru memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kompetensi
dan kesejahteraan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP). Studi ini meneliti
dampak yang direncanakan dan dampak aktual dari kebijakan sertifikasi terhadap
para pengajar.
Penelitian yang menggunakan metodologi deskriptif kualitatif
ini melibatkan enam guru sebagai informan utama. Data dikumpulkan, direduksi,
disajikan, dan dianalisis untuk menghasilkan temuan yang komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sertifikasi
sejalan dengan tujuan awalnya, yaitu pengembangan guru profesional. Dampak yang
diharapkan, seperti peningkatan keterampilan dan kompetensi guru dalam
merancang lingkungan pembelajaran yang produktif, terbukti tercapai.
Lebih lanjut, penelitian menemukan bahwa sertifikasi guru
juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan martabat guru. Dampak praktis
dari sertifikasi ini terlihat pada peningkatan taraf hidup guru.
Beberapa poin penting dari temuan penelitian:
Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan sertifikasi
guru sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
Indonesia. Dengan sertifikasi, diharapkan guru dapat terus mengembangkan diri
dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan pendidikan.
Tulisan DANDY SUPRAYITNO di cuplik dari Seybold
Report
Vol 18, No 05 (2023) | DOI:10.17605/OSF.IO/RKWX3 | Author Affiliation: Doctoral Study Program of
Administration Scine, Faculty of Social Political of Universitas 17 Agustus
1945 Surabaya, Indonesia 1; Lecturer in Administrative Sciences, Faculty of
Social Politics, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia 2,3.
Licensing: CC 4.0 Pg no: 716-729 | Published on: 17-05-2023