Belajar dari yang Terbaik: Langkah FISIP Untag Perkuat Doktor Ilmu Administrasi melalui Benchmarking ke FIA UB
27 April 2026

Belajar dari yang Terbaik: Langkah FISIP Untag Perkuat Doktor Ilmu Administrasi melalui Benchmarking ke FIA UB

Senin pagi, 27 April 2026, menjadi momentum reflektif sekaligus inspiratif bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Tidak sekadar kunjungan formal, kegiatan benchmarking ke Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menghadirkan ruang dialog yang hangat, terbuka, dan penuh semangat untuk tumbuh bersama.

Di tengah suasana akademik yang bersahaja, rombongan FISIP Untag yang dipimpin jajaran dekanat disambut langsung oleh Dekan FIA UB, Hamidah Nayati Utami, bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Fadillah Amin. Pertemuan ini menjadi lebih dari sekadar diskusi—ia menjelma menjadi ruang berbagi pengalaman, cerita, dan harapan tentang masa depan pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang pascasarjana.

Bagi Program Doktor Ilmu Administrasi (DIA), kunjungan ini menjadi momen penting untuk menegaskan arah pengembangan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan dinamika zaman. Dalam diskusi yang berlangsung, berbagai isu strategis mengemuka—mulai dari bagaimana merancang kurikulum yang adaptif, memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah, hingga membangun tata kelola program studi yang responsif dan berdaya saing global.

Dekan FISIP Untag Surabaya, V. Rudy Handoko, menekankan bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dan kolaborasi dengan institusi lain. Baginya, benchmarking ini adalah bentuk kerendahan hati akademik untuk terus berkembang.

“Kami datang bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk belajar. Apa yang baik di sini, kami ingin adaptasi dan kembangkan sesuai dengan karakter FISIP Untag, khususnya untuk memperkuat Program Doktor Ilmu Administrasi,” ungkapnya.

Dari sisi tuan rumah, keterbukaan menjadi kunci. FIA UB menyambut kunjungan ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Berbagi praktik baik bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan di tengah tuntutan global yang semakin kompleks.

Dalam perspektif yang lebih luas, Wakil Dekan FISIP Untag, Mohammad Insan Romadhan, melihat kegiatan ini sebagai titik temu antara pengalaman dan inovasi. Banyak gagasan baru yang muncul, terutama terkait penguatan kurikulum berbasis riset dan pengelolaan program doktoral yang lebih terstruktur dan visioner.

Sementara itu, Fadillah Amin mengingatkan bahwa masa depan program studi sangat ditentukan oleh kemampuannya beradaptasi. Menurutnya, inovasi tidak selalu harus besar, tetapi harus konsisten dan berkelanjutan.

Kegiatan benchmarking ini pada akhirnya bukan hanya tentang membandingkan, melainkan tentang membangun kesadaran bersama: bahwa kualitas pendidikan lahir dari kemauan untuk terus belajar, berbenah, dan berkolaborasi.

Bagi Program Doktor Ilmu Administrasi FISIP Untag Surabaya, langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mencetak akademisi dan praktisi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap realitas sosial dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

back top