Ujian Terbuka Disertasi: Inovasi Model Kelembagaan Vokasi Perkeretaapian di Era Industri 4.0
29 April 2026

Ujian Terbuka Disertasi: Inovasi Model Kelembagaan Vokasi Perkeretaapian di Era Industri 4.0

Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menyelenggarakan ujian terbuka disertasi sebagai bagian dari komitmen dalam mencetak akademisi dan praktisi unggul di bidang administrasi publik. Kali ini, ujian terbuka menghadirkan promovendus Windi Nopriyanto dengan disertasi berjudul “Evaluasi Model Kelembagaan pada Sekolah Vokasi Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Era Revolusi Industri 4.0”.

Disertasi ini mengangkat isu strategis terkait kesiapan kelembagaan pendidikan vokasi, khususnya di sektor perkeretaapian, dalam menghadapi dinamika perubahan teknologi di era Revolusi Industri 4.0. Dalam paparannya, promovendus menyoroti pentingnya transformasi kelembagaan yang adaptif agar mampu menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks dan berbasis digital.

Menjawab Tantangan SDM Transportasi di Era Digital

Era Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan signifikan pada sektor transportasi, termasuk perkeretaapian, yang menuntut ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Disertasi ini menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM tersebut melalui penguatan sistem kelembagaan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun sebagai objek penelitian dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap model kelembagaannya, terutama dalam aspek kapasitas organisasi, keterlibatan pemangku kepentingan, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan eksternal.

Pendekatan Kualitatif dan Kerangka Teori Kelembagaan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengacu pada teori pengembangan kelembagaan UNDP (1991), yang mencakup lima aspek utama: konteks eksternal, kapasitas organisasi, keterlibatan stakeholder, pembelajaran dan adaptasi, serta transformasi institusional.

Melalui pendekatan tersebut, promovendus berhasil mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi lembaga vokasi perkeretaapian, mulai dari keterbatasan struktur organisasi, belum optimalnya kolaborasi industri, hingga kebutuhan penguatan sarana prasarana berbasis teknologi.

Model Kelembagaan Adaptif sebagai Solusi Strategis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan harus diarahkan pada transformasi berbasis digital dan pengembangan budaya organisasi yang inovatif. Model kelembagaan yang adaptif dinilai mampu meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat daya saing lulusan.

Selain itu, integrasi antara perubahan struktur organisasi, penguatan kemitraan dengan industri, serta inovasi dalam metode pembelajaran menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pendidikan vokasi yang unggul.

Kontribusi Akademik dan Praktis

Disertasi ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu administrasi, khususnya terkait kelembagaan pendidikan vokasi, tetapi juga memiliki implikasi praktis bagi pengambil kebijakan. Hasil penelitian diharapkan menjadi rujukan strategis bagi Badan Pengembangan SDM Perhubungan dalam merumuskan kebijakan pendidikan dan pelatihan yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri.

Melalui ujian terbuka ini, Program Studi Doktor Ilmu Administrasi FISIP Untag Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu administrasi yang responsif terhadap tantangan global, sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

back top